Menu

Mode Gelap
 

Prayaan HUT Ke-78 PGRI Dan Hari Guru Nasional 2023 Di Kecamatan Wanasalam

- Nusanews.co

23 Nov 2023 13:50 WIB


					Prayaan HUT Ke-78 PGRI Dan Hari Guru Nasional 2023 Di Kecamatan Wanasalam Perbesar

 

Lebak – Memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia HUT PGRI tahun 2023 yang jatuh pada tanggal 25 November 2023. HUT PGRI diperingati bersama dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN). Dengan Mengusung tema” Tranformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju” Bertempat di lapangan Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak-Banten, Kamis (23 November 2023)

Deklarasi di pimpin langsung oleh Kapolsek Wanasalam di laksanakan secara bersama di ucapkan oleh pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK serta para praktisi pendidikan di lingkungan kec.Wanasalam dan dilanjutkan dengan tanda tangan kesepakatan bersama anti kekerasan dan stop bullying di sekolah khususnya di lingkungan kecamatan Wanasalam.

Dalam deklarasi tersebut turut hadir dan menyaksikan jalannya deklarasi, koramil Wanasalam, ketua PGRI dan seluruh pengurus, Porkopimcam kec. Wanasalam, Korwil pendidikan kec. Wanasalam, perwakilan dari unsur organisasi kemasyarakatan, para orangtua murid, lembaga swadaya masyarakat, KNPI, Karang Taruna dan unsur media.

Syahrosi,” selaku ketua PGRI didampingi sekretaris PGRI Hida Nurhidayat, kepada wartawan mengatakan kegiatan HGN dan PGRI ke-78 ini sebelumnya sudah dilakukan berbagai rangkaian kegiatan lomba-lomba antar ranting sekolah mulai dari bidang olahraga, seni, agama dan budaya.

” Hari ini adalah hari diujung kegiatan yang diisi dengan jalan sehat yang dilanjutkan dengan deklarasi Anti kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah kemudian nanti dihari puncak tanggal 25 November akan dilangsungkan upacara peringatan HGN” katanya.

Menurut Syahrosi, deklarasi ini sangat penting dilakukan sebab pendidikan saat ini memiliki tantangan besar akibat berbagai permasalahan yang masih menjadi duri dalam daging. Berbagai masalah tersebut berupa kekerasan seksual, intoleransi, dan juga perundungan yang berdampak pada terhambatnya perwujudan lingkungan belajar yang baik. Salah satu permasalahan yang selalu menghantui adalah perundungan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah bullying.

Selanjutnya kata Syarosi, Untuk mengatasi problematika klasikal seperti ini, tentunya diperlukan tindakan dan peranan yang kolaboratif dari seluruh ekosistem sekolah. Baik dari pihak kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik harus bisa saling berkolaborasi untuk mencegah sekaligus mengatasi masalah perundungan di sekolahnya.

” Deklarasi yang hari ini dibacakan ada 10 point’ yang intinya menolak semua bentuk kekerasan dan perundungan yang dilakukan peserta didik maupun tenaga pendidik dan kependidikan terutama dilingkungan sekolah” pungkasnya. (K,San)

Baca Lainnya

Lama Tak Diperbaiki Warga Bangun Jalan Secara Gotong Royong Di Pandeglang

20 July 2024 - 14:08 WIB

DPD HIMMA Lebak Bekerjasama KPU LEBAK Komitmen Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Kalangan Anak Muda

20 July 2024 - 12:41 WIB

Gagal Panen di Kabupaten Lebak: Kemana Dinas Pertanian ?

20 July 2024 - 09:08 WIB

Ketua Serahkan Mandat Kepemimpinan Kepada Sapma DPD IPK Sumut.

19 July 2024 - 14:27 WIB

Lagi – lagi Oknum Matel Bikin Ulah, Ini Kata Aktivis Baksel

19 July 2024 - 05:50 WIB

Bobby Nst Gagal Pimpin Kota Medan Tulisan di Kain Putih Mimbar Rakyat Cipayung Plus

19 July 2024 - 04:02 WIB

Trending di Daerah