Menu

Mode Gelap
 

Mahasiswa Dan Praktisi Media Menegaskan Anak Muda Butuh Dalam Ruang Demokrasi yang Sehat

- Nusanews.co

22 Dec 2023 15:40 WIB


					Mahasiswa Dan Praktisi Media Menegaskan Anak Muda Butuh Dalam Ruang Demokrasi yang Sehat Perbesar

 PANDEGLANG ,-Aktivis demokrasi sekaligus praktisi media, Rozali Ahmad, menegaskan bahwa anak-anak muda membutuhkan ruang demokrasi yang sehat.

 

Menurutnya, secara umum demokrasi yang sehat meliputi partisipasi warga negara, kebebasan berpendapat, perlindungan hak asasi manusia, pemilihan yang adil, transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Rozali, sapaan akrab Rozali Ahmad, saat menjadi narasumber pada kegiatan Diskusi Publik dengan tema Politik Anak Muda dan Ilusi Demokrasi yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten di Saketi, Pandeglang, Banten, Jumat (22/12/2023) sakit.

 

“Demokrasi yang sehat sangat penting bagi anak muda, untuk membangun ketatanegaraan bangsa ini,” ujar Rozali.

 

Selama ini, lanjut Rozali, demokrasi Indonesia masih berjalan secara normatif. Belum menyentuh persoalan substansi.

 

Bahkan data Indeks Demokrasi yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU) 2022, menyebut indeks demokrasi Indonesia masih tergolong cacat (flawed Democrat), skornya berfluktuasi. Sempat mencapai 7,03 pada tahun 2015 dan data terakhir mencapai 6,71 pada tahun 2022.

 

Rozali menegaskan bahwa untuk mewujudkan demokrasi yang sehat, setiap warga bangsa, terutama anak muda harus memahami etika budaya demokrasi serta menaati konstitusi negara.

 

“Misalnya pada Pemilu 2024 ini. MK yang mengabulkan batas usia capres di bawah 40 tahun, yang diduga mengarah pada upaya meloloskan Gibran sebagai cawapres, adalah peristiwa yang sangat memalukan. Kenapa? Karena berpotensi membuat demokrasi kita tidak sehat,” ujarnya.

 

Rozali menuturkan, Indonesia adalah negara hukum, namun bukan berarti hukum dan aturan yang sudah ada diotak-atik untuk memuluskan kepentingan segelintir orang.

 

“Ini mungkin bisa merusak demokrasi kita, ketika hukum diotak-atik untuk kepentingan kekuasaan,” ujarnya.

 

Oleh karena itu, Rozali mendorong anak-anak muda untuk belajar dari para pendiri bangsa yang membangun bangsa ini melalui pemilihan yang adil, transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan. Jangan malah sebaliknya, anak muda justru melanggar setiap konstitusi dan etika demokrasi yang ada.

 

Di tempat yang sama, Aktivis Perempuan Vina Amanda mengatakan, peran kaum muda secara tidak langsung selalu menjadi ujung tombak dalam sebuah pesta demokrasi, khususnya untuk pemilu 2024.

 

Di sini lah, alam demokrasi Indonesia diuji. Sejauh mana anak-anak muda tersebut memainkan peran itu dengan tidak melanggar aturan yang ada.

 

“Dan kita tahu bahwa dalam perjalanannya, kaum muda berjalan diiringi ilusi demokrasi. Demokrasi Indonesia mengalami fase pasang surut yang salah satunya disebabkan oleh oligarki politik yang ada,” tuturnya.

Baca Lainnya

Lama Tak Diperbaiki Warga Bangun Jalan Secara Gotong Royong Di Pandeglang

20 July 2024 - 14:08 WIB

DPD HIMMA Lebak Bekerjasama KPU LEBAK Komitmen Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Kalangan Anak Muda

20 July 2024 - 12:41 WIB

Gagal Panen di Kabupaten Lebak: Kemana Dinas Pertanian ?

20 July 2024 - 09:08 WIB

Ketua Serahkan Mandat Kepemimpinan Kepada Sapma DPD IPK Sumut.

19 July 2024 - 14:27 WIB

Lagi – lagi Oknum Matel Bikin Ulah, Ini Kata Aktivis Baksel

19 July 2024 - 05:50 WIB

Bobby Nst Gagal Pimpin Kota Medan Tulisan di Kain Putih Mimbar Rakyat Cipayung Plus

19 July 2024 - 04:02 WIB

Trending di Daerah